Kebutuhan
Kebutuhan pada dasarnya berasal dari kata “butuh” yang artinya perlu, penting, dan juga ketergantungan. Jika diartikan dari dasar katanya, maka arti kata kebutuhan adalah setiap hal yang diperlukan orang lain dalam sebuah kegiatan tertentu. Atau setiap hal yang timbul secara naluriah, yang sangat diperlukan oleh manusia untuk bisa bertahan hidup dan menjalankan berbagai macam aktivitas.
Macam-macam Kebutuhan Hidup Manusia
1. Berdasarkan Intensitas Kebutuhan
Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer merupakan kebutuhan utama manusia. Kebutuhan ini sering juga disebut dengan istilah kebutuhan fisiologis. Secara singkat, kebutuhan primer dapat digolongkan ke dalam tiga hal yaitu sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal).
Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan kedua yang perlu dipenuhi manusia setelah seluruh kebutuhan primer terpenuhi. Kebutuhan sekunder biasanya berbentuk kebutuhan dasar lainnya seperti kebutuhan akan kesehatan, kebutuhan akan kebersihan, dan kebutuhan akan pendidikan.
Kebutuhan Tersier
2. Berdasarkan Sifatnya
Kebutuhan tersier merupakan kebutuhan manusia akan barang-barang mewah. Beberapa contoh kebutuhan tersier dalam kehidupan manusia yaitu kebutuhan akan rumah mewah, kebutuhan akan asuransi kesehatan, kebutuhan akan mobil mewah, kebutuhan akan wisata mahal, dan berbagai macam kebutuhan lainnya.
Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan manusia yang terkait dengan fisik/raga. Beberapa contoh kebutuhan jasmani yaitu kebutuhan akan makan, minum, pakaian, olah raga, dan berbagai macam kebutuhan lainnya.
Kebutuhan Rohani
3. Berdasarkan Waktunya

Kebutuhan rohani merupakan kebutuhan yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan untuk menenangkan jiwa/batin. Beberapa contoh kebutuhan rohani yaitu ibadah, liburan, membaca buku, dll.
3. Berdasarkan Waktunya
Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan sekarang merupakan setiap kebutuhan yang harus dipenuhi saat ini juga.
Kebutuhan yang Akan Datang

Kebutuhan yang akan datang merupakan kebutuhan yang pemenuhannya pemenuhannya dapat ditunda hingga batas waktu tertentu.
Kebutuhan Tidak Terduga

Kebutuhan tidak terduga merupakan kebutuhan yang waktu datangnya tidak terduga atau pun tiba-tiba.
Kebutuhan Individu – Kebutuhan individu merupakan setiap kebutuhan yang hanya digunakan untuk perorangan (hanya dipakai untuk kepentingan satu orang saja).
Kebutuhan Kelompok – Kebutuhan kelompok merupakan setiap kebutuhan yang digunakan untuk kepentingan kelompok.

sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.
Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.
Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.
Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.
Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.
Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.
Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.
Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.
Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.
Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.
Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.
Problems
Masalah adalah setiap issue kecil yang berkembang dari sebuah issue besar yang tersaji-apa adanya dari sumber/lapangan. Sedangkan Permasalahan adalah Pertentangan setiap issue tersebut yang diramu sedemikian rupa dengan menyertakan pemikiran si Penulis.
Faktor penyebabnya, misalnya; karena tidak teraturnya penyampaian masalah, kronologisnya tidak lengkap, tidak tahu lingkup masalah, pemilihan diksi yang tidak tepat, dan lain sebagainya. Dan yang paling vital adalah tidak bisa membedakan Masalah dengan Permasalahan. Akibatnya alur-isi tulisan jadi 'membingungkan'.
Kembali Ke Beranda






0 comments:
Post a Comment